Senin, 05 Juni 2017

Hiasan dari Biji-bijian



Kompetensi dasar mata pelajaran SBdP:
4.16 Membuat produk olahan sampah organik atau sampah anorganik di lingkungan sekitar.

Hiasan Dari Bahan Organik


 
 Ayo belajar mmbuat hiasan dari biji-bijian yang ada di sekitar kita. adapun alat dan bahan yang harus disiapkan yaitu:
  
Alat dan Bahan

  1.  Siapkan biji-bijian (biji jagung, kcang hijau, biji kedelai, beras dan biji jagung)
  2. Lem Kayu
  3. Pensil
  4. Cat Tembok
  5. Kertas HVS
Langkah-langkah Mebuat Hiasan dari Biji-bijian
Gambar pola yang diinginkan pada kerta HVS
  1. Olesi kertas HVS yang sudah berpola dengan lem
  2. Tempelkan biji-bijian sesuai dengan krativisa sendiri
  3. Beri Bingkai dengan cara memberi lem berbentuk kerangka persegi, dan tempelkan biji-bijian yang sudah dicampur.
  4. Kemudian tambahkan cat pada biji yang sudah ditempel untuk menambah warna
  5.  Tunggu sampai kering,     
 Contoh Hiasan dari biji-bijian 







 

Makalah Tenik Pemilihan Media Pembelajaran



MAKALAH
TEKNIK MEMILIH MEDIA PEMBELAJARAN

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran
Dosen Pengampu : Sigit Prasetyo, S.Pd.I,M.Pd.Si ,Moh. Agung Rokhimawan, M.Pd, Fitri Yuliawati,

Di susun oleh :
Isni’ul Inna Zahroh                  15480099
Urip Meilina Kurniawati         15480104

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN KALIJAGA
 YOGYAKARTA
2017


TEKNIK MEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
Oleh: Isni’ul Ina Zahroh, Urip Meilina Kurniawati

Abstrak

          Media pembelajaran merupakan bagian yang sangat penting dalam wujud proses belajar mengajar. Media pengajaran merupakaan wadah dan penyalur pesan dari sumber pesan, dalam hal ini guru, kepada penerima pesan, dalam hal ini siswa.  Sehubungan dengan hal tersebut guru harus menyesuaikan materi yang akan disampaikan dalam media pembelajaran. Faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh seorang guru yaitu karakteristik siswa, strategi belajar mengajar dan prosedur penilaian. Sehingga guru dalam memilih media untuk proses belajar mengajar dibutuhkan langkah-langkah yang tepat yaitu 1) kegiatan penerangan atau pembelajaran, 2) Tentukan transmisi pesan, 3) Tentukan karakteristik pelajaran, 4) Klasifikasi media, 5). Analisis karakteristik masing-masing media. Selain itu guru juga harus mengetahui  kriteria media pembelajaran yaitu tujuan pembelajaran, keefektifan, karakteristik peserta didik, ketersedian, kualitas teknis, biaya, fleksibilitas, kemampuan orang yang menggunaakannya dalam waktu yang tersedia. Karena hal tersebut, tugas guru adalah memilih media dalam proses pembelajaaran yang akan dicapai. Untuk memilih media dalam proses belajar mengajar kembali pada kemampuan seorang guru dalam memahami pemilihan media yang tepat dan impementasi dalam pembelajaran.


Kata Kunci: Guru, Media, pembelajaran, Pemilihan











BAB I
PENDAHULUAN   
A. Latar Belakang

          Media pembelaajaran menjadi konsep pembelajaran sebagai sitem yang didalamnya terdiri atas sejumlah komponen yang saling berkaaitan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media membantu seorang guru dalam menyampaikan materi, karena materi yang disampaikan lebih mudah dan lebih cepat di terima dan dipahami oleh peserta didik. Pemakaiaan media pembelajaran dalam proes belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Bentuk media banyak jenisnya dan berbeda tiap karakteristiknya, oleh karenanya seorang guru harus bisa dan terampil dalam memilih dan memilah media apa yang harus digunakan dalam pembelajaran, yang tentunya menyesuaikan dengan karakteristik materi dan karakteristik siswa. 
          Yusufhadi Miarso berpendapat bahwa tidak ada satupun cara yang terbaik dalam hal pemilihan media pembelajaran.[1] Penggunaan media pembelajaran membantu keefektifan dalam proses pembelajaran dan penyampaiaan pesan serta isi pengajaran atau mencapai kebermaknaan dalam diri siswa. Sehingga mencapai target tujuanpembelajaran secara maksimal.pemilihan media juga harus memperhatikan karakteristik siswa, kondisi lingkungan dan sosial setempat, agar mmedia yang digunakan dapat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. 
B.    Rumusan Masalah
  1.    Bagaimana dasar pertimbangan dalam memilih media pembeljaran?
  2. Apa saja kriteria-kriteria dalam memilih media pembelajaran?
  3. Apa saja prinsip-prinsip memilih media pembelajaran?
  4. Bagaimana Tips dalam memilih media pembelajaran?
  5. Bagaimana langkah-langkah dalam memilih media pembelajaran?
  6. Bagaimana implementasi dalam pemiih media pembelajaran?


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Dasar Pertimbangan Pemilihan Media 
          Media merupakan sumber pesan untuk mengkomunikasikan antara  komunikator dengan komunikan. Pemilihan media didasarkan pada hasil analisis yang tajam terhadap berbagai faktor seperti tujuan, peserta didik, metode pembelajaran dan kemampuan teknologi yang tersedia. Berdasarkan konsep “Kerucut Pengalaman” dari Edger Dale memperlihatkan analisis dalam perlakuan variabel-variabel pebelajaran dan bukan variabel tugas.[2] Untuk itu pemilihan media memiliki tujuan agar media yang digunakan dapat mempermudah proses pembelajaran dan tepat sasaran serta sesuai dengan keperluan, sehingga terjadinya interaksi yang baik antara peserta didik dengan media yang digunakan.[3] Proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya dikelas atas dasar pertimbangan, yaitu:[4]
  1. Ia merasa sudah akrab dengan media itu. Jika seorang komunikator lebih menguasai media yang digunakan maka akan lebih mudah dalam mengomunikasikan pesan atau materi kepada penerima pesan.
  2. Ia merasakan bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik dari pada dirinya sendiri. Jika dalam pemilihan media secara tepat sesuai dengan materi yang sampaikan maka fungsi dari media tersebut tersampaikan dengan baik,sehingga proses belajar berjalan dengan lancar
  3.  Media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian siswa, serta menuntutnya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisir. Jika sebuah media itu menarik maka peserta didik akan lebih antusias dalam pemebelajarannya dan pesan yang ingin disampaikan mudah di serap atau dipahami. Sehingga penyajian materi yang disampaikan akan mudah diingat, berbeda dengan ketika dalam proses pembelajaran tidak menggunakan media ataupun dalam pemilihan media kurang maka proses belajar kurang maksimal dan materinyapun sukar untuk diserap.
  4.   Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret.[5]Jika media yang kita presentasikan sesuai dengan gambar aslinya ataupun mirip sehingga materi yang tersampaikan dalam proses belajar pun lebih nyaman. Contohnya  yaitu ketika dalam pembelajaran IPS tentang peta Indonesia, ketika kita menggunakan media secara rill ataupun seperti nyata  maka pelajarannya akan mudah dipahami oleh peserta didik. Berbeda dengan ketika menjelaskan tanpa ada media maka proses belajar pun kurang efektif dan dilihat terlalu monoton.
        Pertimbangan untuk memilih suatu media yaitu mencapai tujuan pendidikan. Mc. Connel (dalam Sadiman, 1993) mengatakan if Medium Fits, Use It, “jika media itu sesuai maka pakailah”.[6]
         Pada dasar pertimbangan pemilihan media ada dua yaitu
  1. Alasan teoritis pemilihan media, Alasan pokok pemilihan media dalam pembelajaran, karena didasari atas konsep pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan.  Untuk mewujudkan tujuan pembelajaran ditunjang oleh media yang sesuai dengan materi, strategi yang digunakan, dan karakteristik yang digunakan.[7]  
  2. Alasan praktis pemilihan media  , Alasan praktis berkaiatan dengan pertimbangan-pertimbangan dan alasan pengguna   seperti guru, dosen, instruktur mengapa menggunakan media dalalm pembelajaran. Terdapat beberapa penyebeb beberapa penyebeb orang memilih media antara lain:[9]
a. Demonstration. Alat yang digunakan untuk mendemonstrasikan sebuah konsep, alat, objek, kegunaan, cara mengoperasikan dan lain-lain. Contohnya seorang guru kimia akan menjelaskan proses perubahan-perubahan zat dengan menggunakan gelas ukur, sebelum dilakukan praktikum, terlebih dahulu guru tersebut memperagakan bagaimana cara menggunakan gelas ukur dengan baik.
b.Familiarity. Media yang sudah lebih dikuasai, oleh karena itu jika menggunakan media lain belum tentu bisa dan untuk mempelajari media lain membutuhkan waktu yang lama, biaya, dan tenaga, sehingga medianya digunakan terus menerus. Contohnya seorang dosen yang terbiasa menggunakan media Over Head Projector (OHP) dan Over Head Transparancy (OHT), media ini menjadi kebiasaan karena dosen atau guru sedah merasa akrab dan menguasainya detil media tersebut dan dengan menggunakan media OHP dan OHT  dapat mengajarkan sekitar 50 orang.
c. Clarity. Memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penejelasan yang lebih konkrit. Pada praktiknya banyak guru dalam proses pembelajaran tanpa media, melainkan dengan metode ceramah. Karena metode ini di anggap tidak merepotkan guru untuk menyiapkan media, cukup penguasaan materi maka pembelajaran akan berlangsung, namun pembelajaran seperti ini tidak akan berhasil sepenuhnya. Contohnya guru IPA di SD/MI sedan menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup, diantaranya bahwa makhluk hidup dapat bernafas dengan insang dan paru-paru. Jika guru tidak cermat mengemas informasi dengan baik hanya berceramah saja tentang paru-paru dan insang maka siswa akan membayangkan bentuk-bentuk lain dari tidak sesuai dengan kenyataannya.
d.Active learning. Siswa harus berperan aktif baik secara fisik, mental, dan emosional. Dalam praktiknya guru tidak selamanya mampu membuat siswa aktif hanya dengan ceramah, tanya jawab dan lainnya namun juga diperlukan media untuk menarik minat atau gairah belajar siswa. Contohnya seorang guru memanfaatkan tekhnologi computer berupa CD interaktif untuk mengajarkan materi fisika. Dengan CD interaktif seorang lebih aktif mempelajari materi dan menumbuhkan kemandirian belajar, guru hanya mengamati dan meriview penguasaan materi oleh siswa.[10]
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan pendidik dalam memilih media pembelajaran, yaitu tujuan instruksional, kefektifan, siswa, ketersediaan, biaya pengadaan, kualitasteknis.[11]  Sedangkan menurut Profesor Ely menyatakan bahwa ada beberapa faktor yaitu
1.     Karakteristik siswa
2.     Strategi belajar-mengajar
3.     Prosedur penilaian.
Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan dan kelemahannya  masing-masing, maka seorang guru harus mampu memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Sehingga penggunaan media membantu  dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.
             Adapun dalam memilih media, perlu diperhatikan hal-hal  seperti 1. Memahami karakteristik setiap media, 2. Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, 3. Sesuai dengan metode pelajaran yang digunakan, 4. Sesuai dengan materi yang dikomuniasikan, 5. Sesuai dengan keadaan siswa, 6. Sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan, kemudahan memperoleh media, 7. Sesuai dengan keterampilan guru menggunakannya, 8. Ketersediaan waktu menggunaknnya, dan 9. Sesuai dengan taraf berfikir siswa.[12]
Apabila semua aktivitas tersebut didukung oleh media pembelajran yang tepat, maka proses pembelajran akan lebih efisien dan mendukung lingkungan yang kondusif. Adanya media pembelajaran ini menuntut seorang guru untuk lebih kreatif dan selektif dalam merencanakan dan menciptakan media sebagai alat pendukung aktifitas belajar siswa.
Sehingga seorang guru harus mengetahui apakah media tersebut berhasil atau tidaknya dapat dilakukan dengan evaluasi pembelajaran. Penggunaan media dalam pembelajaran dapat meningkatkan kebermaknaan hasil belajar. Sehingga pemilihan media menjadi penting serta menjadi alasan teoritis mendasar.
Pada tingkat yang menyeluruh dan umum pemilihan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:[13]
1.      Hambatan pengembangan dan pembelajaran
        Dalam hal ini yang dapat menjadi factor hambatan meliputi fasilitas, dana dan peralatan yang tersedia dalam sebuah lembaga sekolah, waktu yang tersedia dalam pembelajaran dan pengembangan materi, dan sumber-sumber yang tersedia (manusia dan material).
2.      Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran.
        Dalam isi pembelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya penghafalan, penerapan keterampilan, pengertian hubungan-hubungan, atau penalaran dan pemikiran tingkatan yang lebih tinggi. Setiap katagori pembelajaran itu menuntut perilaku yang berbeda-beda dan dengan demikian akan memerlukan teknik dan media yang berbeda-beda pula.
3.      Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik, dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lainnya.[14]
4.      Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan dan keefektivan biaya.
5.      Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula:
a.       Kemampuan mengakomodasikan penyajian stiimulus yang tepat (visual dan / atau audio).
b.      Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat (tertulis, audio, dan / atau kegiatan fisik).
c.       Kemampuan mengakomodasikan umpan balik
d.      Pemilihan media utama dan media skunder untuk penyajian informasi dan stimulus.
6.   Media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil menggunakan media yang beragam. Dengan penggunaan media yang beragam, siswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi dengan media yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan belajar mereka secara perorangan.[15]

B.    Kriteria Memilihan Media Pembelajar
            Salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar yaitu media. Karena beraneka ragamnya medi tersebut, maka masing-masing media mempunya karakteristik masing-masing. Berdasarkan hal tersebut maka perlu memilih media dengan cermat agar dapat digunakan secara tepat guna. [16]Ketepatan penggunaan media itu tidaklah mudah, namun diperlukan analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, modalitas belajar siswa (auditori, visual, dan kinestetik), lingkungan, ketersediaan fasilitas pendudukung, dan lain-lain.  Setiap media memiliki kelemahan dan kelebihan yang berpengaruh pada afektivitas program pembelajaran.
Oleh karena itu,  ada beberapa kriteria  yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media yaitu
a.      Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
Media dipilih berdasarkan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga rabah kognitif, afektif, dan psikomotorik.[17]
b.     Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi.
c.      Praktis, luwes, dan bertahan.
d.     Guru terampil menggunakannya
e.      Pengelompokan sasaran.
Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan.[18]
f.      Mutu teknis
Pengembangan visual gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan teknis tertentu.[19]
Media pembelajaran yang beraneka ragam jenisnya tentunya tidak akan digunakan seluruhnya secara serentak dalam kegiatan pembelajaran, tapi disesuaikan dengan pokok bahasan yang akan dibahas. Sehingga perlu dilakukan pemilihan media tersebut. Pemilihan media pembelajaran agar tepat digunakan maka perlu mempertimbangkan faktor atau kriteria-kriteri dan langkah-langkah pemilihan media. Kriteria yang perlu dipertimbangkan tenaga pendidik dalam memilih media pembelajaran yaitu
1.     Ketepatan media dengan tujuan pengajaran
2.     Dukungan terhadap isi bahan pelajaran
3.     Kemudahan memperoleh media
4.     Keterampilan guru dalam menggunakannya
5.     Tersedia waktu untuk menggunaknnya
6.     Sesuai dengn taraf berfikir anak.[20]
Berdasakan pendapat dari beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa pada prinsipnya pendapat-pendapat tersebut memiliki kesamaan dan saling melengkapi. Sedangkan menurut Sungkono ada 9 kriteria dalam memilih mediaa pembelajaran yaitu: 1. Tujuan pembelajaran, 2. Keefektifan, 3. Peserta didik,  3. Ketersediaan, 4. Kualitas teknis, 5. Biaya pengadaan, 6. Fleksibilitas (lentur), dan kenyamanan media, 7. Kemampuan orang yang menggunakannya, 8. Alokasi waktu, waktu yang tersedia dalam proses pembelajaran akan berpengaruh terhadap penggunaan media pembelajaran. Sebuah media apabila tidak didukung oleh fasilitas waktu yang tersedia maka kurang efektif. Media juga terkait dengan user atau penggunaanya dalam hal ini guru, jika guru tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan media tersebut dengan baik maka akan sisa-sia, begitu juga fasilitas lainnya.[21]
Sedangkan musfiqon didalam bukunya itu ada beberapa kriteri dalam pemilihan media pembelajaran yaitu
1.     Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, efektif dan psikomotorik. Kehadiran media dalam pemebelajaran adalah untuk mendukung pencapaian tujuan pemebelajaran Kesesuaian dengan tujuan agar lebih efektif dan efesien serta berfungsi secara optimal.[22]

2.     Ketepat gunaan
Media yang digunakan dalam pembelajaran sesuai denagnn bahan atau materi pelajaran. Contohnya ketika dalam pelajaran materi gerak maka guru menggunakan media  film atau vidio yang mendukung materi pelajaran. Menurut Wilkinson bahwa menggunakan bahan-bahan yang bevariasi menghasikan  dan meningkatkan pencapaian akademik.[23]
3.     Keadaan peserta didik
Media yang baik adalah disesuaikan dengan keadaan peserta didik, baik secara psikologis, filosofis maupun sosiologis anak. Misalnya jika seorang siswa tergolong  tipe auditif-visual maka medianya juga menyesuaiakan yang berbasis audio-visual. Begitupun tipe kinestetik juga media berbasis kinestetik. Contohnya siswa yang memiliki gangguan indra penglihatan dan pendengaran maka tidak cocok jika di beri media video atau film. Dengan demikian pemilihan media juga harus melihat kondisi siswa secara fisik terutama panca indranya.[24]
4.     Ketersediaan
Media yang digunakan harus tersedia ketika dibutuhkan. Jangan sampai ketika guru memerlukan media tersebut sekolah tidak menyediakan atau keterbatasan media yang di miliki oleh sebuah sekolah. Untuk itu ketika guru tidak mempu memproduksi sebuah media sendiri dan sekolah pun tidak menyediakan maka pilihlah media alternatif yang mudah dan masuk dalam sebuah materi yang akan di sampaikan.
5.     Biaya kecil
Dalam pemilihan media biaya juga dipertimbangkan karena ketika kita menggunakan media yang terlalu mahal tapi tidak mengahasilkan yang maksimal maka akan sia-sia. Untuk itu pilihlah media yang sederhana dan tidak terlalu mahal tapi hasilnya memuaskan. Contohnya pemanfaatan yang ada di sekitar lingkungan maka akan lebih efektif dari pada harus membeli media yang mahal-mahal.
6.     Ketrampilan guru
Banyak guru yang memilih media yang sederhana dengan alasan tidak bisa mengoperasikan media yang canggihn atau modrn. Padahal seorang guru harus lebih trampil dan kreatif untuk menghasilkan pembelajaran yang maksimal. Untuk itu guru dalam pemilihan media harus dapat mengoperasikan secara baik agar upaya mempertingi mutu dan hasil belajar.
7.     Mutu teknis
Kualitas media jelas mempengaruhi tingkat ketersampaian pesan atau materi pembelajaran kepada peserta didik. Untuk itu media yang digunakan memiliki mutu teknis yang bagus. Contohnya media visual yang dipilih, baik gambar maupun fotografi harus memenuhi pesyaratan teknis tertentu. Visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan yang ingin disampaiakn harus jelas dan ringkas[25]   
  1. C.    Prinsip-Prinsip Memilih Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran akan memberi kontribusi terhadap efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran. Berbagai hasil penelitian pada intinya menyatakan bahwa berbagai macam media pembelajaran memberikan bantuan sangat besar kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Ada beberapa prinsip dalam memilih media pembelajaran yang harus diperhatikan oleh guru, yang terpenting dalam pemilihan media pembelajaraan dimaksud adalah adanya patokan yang digunakan pada proses pemilihan media itu. Pemilihan dan penggunaan suatu media pembelajaran harus melibatkan tenaga yang mampu, terampil, dan profesional untuk memanfaatkannya disetiap lembaga pendidikan. Biaya yang dibutuhkan juga harus tersedia dan terjangkau oleh suatu lembaga pendidikan yang bersangkutan.[26]
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran perlu mempertimbangkan beberapa prinsip, yaitu:[27]
1.       Tidak ada satu media pun yang paling baik untuk semua tujuan. Suatu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak cocok untuk pembelajaran yang lain.
2.       Media adalah bagian integral dari proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar guru saja, tetapi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen lain dalam perancangan pembelajaran. Tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap dapat berlangsung, tetapi tanpa media itu tidak akan terjadi.
3.       Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar peserta didik. Kemudahan belajar peserta didik haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.
4.       Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang berlangsung.
5.       Pemilihan media hendaknya objektif, yaitu didasarkan  pada tujuan pembelajaran, tidak didasarkan pada kesenangan pribadi tenaga pengajar.
6.       Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat membingungkan peserta didik. Penggunaan multi media tidak berarti menggunakan media yang banyak sekaligus, tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.
7.       Kebaikan dan kekurangan media tidak tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya saja. Media yang konkrit ujudnya, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrk dapat pula memberikan pengertian yang tepat.[28]
Terkaait dengan semakin banyaknya media pembelajaran, Raharjo mengatakan bahwa pemilihan media hendakna memperhatikaan beberapa prinsip yaitu
a.      Kejelasan maksud dan tujuan pemilihan media apak untuk keperluan hiburan, informasi umum, pembelajran dan seagainya.
b.     Familiaritas media, yang melibatkann pengetahuan aka sifat dan ciri-ciri media yang kiranya lebih sesuai dengan tujuan pengajaran.
c.      Sejumlah media dapat diperbandingkan karena adanya beberapaa pilihan yang kiranya lebih sesuai dengan tujuan pendidikan.[29]
Prinsip pemilihan media dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut: a. Motivasi kepada siswa, b.Karakteristik siwa atau perbedaan individual, c. Tujuan pembelajaran, e. Organisasi isi, f. Persiapan sebelum belajar, g. Emosi, h. Partisipasi, i. Umpan balik, j. Penguasaan, k. Penguatan, l. Latihan dan pengulangan, m. Penerapan.[30]
Pemilihan media pembelajaran tidak hanya berdasarkan atas prinsi-prinsip pemilihan atas teori belajar. Guru juga haruslah memiliki pertimbangan lain atau prinsip-prinsip yang dimilki oleh guru dalam pemilihan media pembalajaran. Berikut ini beberapa prinsip yang harus diperhatikan saat guru memilih media untuk pembelajaran yang akan dilaksanakannya yaitu: [31]
1.     Ketepatan dengn tujuan pembelajaran
2.     Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran
3.     Kemudahan memperoleh media pembelajaran
4.     Keterampilan guru dalam menggunkan media
5.     Media yang digunakan sesuai dengan waktu belajar mengjar
6.     Sesuai dengan kemmpuan atau taraf berfikir siswa.[32]
D.    Tips dalam Memilih Media Pembelajaran
Sebelum memutuskan untuk memanfaatkan media dalam kegiatan pembelajaran di dalm kelas, hendaknya guru melakukan seleksi terhadap media pembelajaran mana yang akn digunakan untuk mendampingi dirinya dalam membelajarkan peserta didiknya. Berikut ini beberapa tips atau pertimbangan-pertimbangan yang dapat digunakan guru dalam melakukan seleksi terhadap media pembelajaran yang akan digunakan.[33]


1.     Menyesuaikan Jenis Media dengan Materi Kurikulum
                 Sewaktu akan memilih jenis media yang akn dikembangkan atau diadakan maka perlu yang diperrhatiakan adalah jenis materi pelajaran yang mana yang terdapat di dalam kurkulum yang dinilai perlu ditunjang oleh media pembelajaran. Kemudian, dilakukan telaah tentang jenis media apa yang diniai tepat untuk menyajikan materi pelajaran yang dikehendaki tersebut.
                 Sebagai contoh misalnya, pelajaran Bahasa Arab, untuk kemampuan berbahasa mendengarkan atau menyimak (maharah istima’), media yang lebih tepat digunakan adalah media kaset audio. Sedangkan untuk kemampuan menulis atau tata bahasa, maka media yang lebih tepat digunakan adalah media cetak. Sedangkan untuk mengajarkan kepada peserta didik tentang cara-cara menggunakan organs of spech untuk menuturkan kata atau kalima (pronounciation), mak media video akan lebih tepat digunakan.
2.     Keterjangkauan dalam Pembiayaan
                 Dalam pengembangan atau pengadaan media pembelajaran hendaknya juga mempertimbngakan ketersediaan anggaran yang ada. Kalau seandainya guru harus membuat sendiri media pembelajaran, maka hendaknya dipikirkan apakah ada diantara sesama guru yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan. Kalau tidak ada, maka perlu dijajaki berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan mediannya.
3.     Ketersediaan Perngkat Keras untuk Pemanfaatan Media Pembelajaran.[34]
                 Tidak ada gunannya merancang dan mengembangkan media secanggih apapun kalau tidak didukung oleh ketersediaan peralatan pemanfaatannya di kelas. Sebaliknya, pemilihan media pembelajaran itu yang sederhana, misalnya media kaset audio dimanfaatkan dan mudah diperoleh di masyarakat, selain itu sumber energi yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan pemanfaatan media sederhana juga cukup mudah yaitu hanya dengan menggunakan baterai kering.  Dari segi ekspertis atau keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan media sederhana seperti media kaset audio atau transparasi misalnya tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkannya. Tidaklah juga terlalu sulit untuk mempelajari cara-cara perancangan dan pengembangan media sederhana.
4.     Ketersediaan Media Pembelajaran di Pasaran
                 Karena promosi dan peragaan yang sangat mengagumkan/ mempesona atau menjanjikan misalnya, sekolah langsung tertarik untuk membeli media pembelajarn yang ditawarkan. Namun sebelum membeli media pembelajrannya (program), sekolah harus terlebih dahulu  membeli perangkat keras untuk pemanfaatannya. Setelah peralatan pemanfaatan media pembelajarannya dibeli ternyata di antara guru ada atau belum tanu bagaimana cara-cara mengoperasikan peralatan, pemanfaatan media pembelajaran media pembelajaran yang akan diadakan tersebut. Di samping itu media pembelajarannya (program) sendiri ternyata sulit didapatkan di pasaran sebab harus dipesan terlebih dahulu untuk jangka waktu tertentu.[35]
                        Kemudian, dapat saja terjadi bahwa media pembelajaran yang telah dipesan dan dipelajri, kandungan materi pelajarannya sedikit sekali relevan dengan kebutuhan peserta didik (sangat dangkal). Sebaliknya, dapat juga terjdi bahwa materi yang dikemas di dalam media pembelajaran sangat cocok dari membantu mempermudah siswa memahami materi pelajaran. Namun, yang menjadi masalah adalah bahwa media pembelajaran tersebut sulit didapatkan di pasaran.
E.    Langkah-langkah Memilih Media Pembelajaran
Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran. Pendapat Gagne dan Briggs yang dikutip oleh Mohammad Ali  (1984: 73) menyarankan langkah-langkah dalam memilih media pengajaran yaitu: 1) merumuskan tujuan pembelajaran, 2) mengklasifikasi tujuan berdasarkan domein atau tipe belajar, 3) memilih peristiwa-peristiwa pengajaran yang akan berlangsung, 4) Menentukan tipe perangsang untuk tiap peristiwa, 5) mendaftar media yang dapat digunakan pada setiap peristiwa dalam pengajaran, 6) Mempertimbangkan (berdasarkan nilai kegunaan) media yang dipakai. 7) Menentukan media yang terpilih akan digunakan, 8) menulis rasional (penalaran) memilih media tersebut, 9) Menuliskan tata cara pemakaiannya pada setiap peristiwa, dan 10) Menuliskan script pembicaraan dalam penggunaan.media. Selaras dengan hal tersebut, Anderson (1976) menyarankan langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu:[36]
1.     Penerangan atau Pembelajaran
Langkah pertama menentukan apakah penggunaan media untuk keperluan informasi atau pembelajaran. Media untuk keperluan informasi, penerima informasi tidak ada kewajiban untuk dievaluasi kemampuan/keterampilannya dalam menerima informasi, sedangkankan media untuk keperluan pembelajaran penerima pembelajaran harus menunjukkan kemampuannya sebagai bukti bahwa mereka telah belajar.
2.      Tentukan Transmisi Pesan
Dalam kegiatan ini kita sebenarnya dapat menentukan pilihan, apakah dalam proses pembelajaran akan digunakan ‘alat bantu pengajaran’ atau ‘media pembelajaran’. Alat bantu pengajaran alat yang didesain, dikembangkan, dan diproduksi untuk memperjelas tenaga pendidik dalam mengajar. Sedangkan media pembelajaran adalah media yang memungkinkan terjadinya interaksi antara produk pengembang media dan peserta didik/pengguna. Atau dengan kata lain peran pendidik sebagai penyampai materi pembelajaran digantikan oleh media.
3.     Tentukan Karakteristik Pelajaran
Asumsi kita bahwa kita telah menyusun disain pembelajaran, dimana kita telah melakukan analisis tentang mengajar, merumuskan tujuan pembelajaran, telah memilih materi dan metode. Selanjutnya perlu dianalisis apakah tujuan pembelajaran yang telah ditentukan itu termasuk dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotor. Masing-masing ranah tujuan tersebut memerlukan media yang berbeda.
4.     Klasifikasi Media[37]
Media dapat diklasifikasikan sesuai dengan ciri khusus masing-masing media. Berdasarkan  persepsi dria manusia normal  media dapat diklasifikasikan menjadi media audio, media video, dan audio visual.   Berdasarkan ciri dan bentuk fisiknya media dapat dikelompokkan menjadi media proyeksi (diam dan gerak) dan media non proyeksi (dua dimensi dan tiga dimensi). Sedangkan jika diklasifikasikan berdasarkan keberadaannya, media dikelompokkan menjadi dua yaitu media yang berada di dalam ruang kelas dan media-media yang berada di luar ruang kelas.  Masing-masing media tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan bila dibandingkan dengan media lainnya.
5.     Analisis karakteristik masing-masing media. Media pembelajaran yang banyak macamnya perlu dianalisis kelebihan dan kekurangannya dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.  Pertimbangan  pula dari aspek ekonomi dan ketersediaannya. Dari berbagai alternatif kemudian dipilih media yang paling tepat.[38] 

F.     Implementasi Pemilihan Media dalam Pembelajaran
Implementasi pemilihan media berdasarkan langkah-langkah seperti yang telah diuraikan sebagaimana di atas merupakan hal terpenting yang harus dilakukan oleh guru. Realitas empirik menunjukan bahwa masih banyak guru yang mengajar dengan mengandalkan pada dirinya sebagai satu-satunya media atau sumber belajar, selain itu di beberapa daerah terpencil dan tertinggal bisa kita lihat bahwa penggunaan media hanya mengandalkan papan tulis black board sebagai media pembelajaran satu-satunya.
Hal tersebut tidak akan terjadi apabila guru memiliki kemampuan mengenai langkah-langkah pemilihan media berdasarkan kriteria atau ketentuan yang telah di sebutkan, juga adanya perhatian pimpinan terkait sehubungan dengan pentingnya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan, lebih khusus efektifitas pembelajaran melalui penggunaan media. Karena dengan memperhatikan kriteria di atas, maka tidak ada satu media pun, atau belum tentu media yang tersedia tersebut cocok untuk semua bahan pembelajaran, atau pun sesuai dengan sasaran tujuan yang akan dicapai. Lebih lanjut apabila guru tidak melakukan langkah-langkah perencanaan dan pemilihan media menunjukan pada sebuah indikasi kurangnya inovasi dan pengembangan media pembelajaran yang akan digunakan. Sehingga guru terfokus pada satu media saja.[39]
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Media pembelajaran digunakan sebagai alat bantu yang dimanfaatkan oleh seorang guru dalam menyampaikan informasi kepada siswa. Alasan seorang guru menggunakan media pembelajaran yaitu memotivasi siwa untuk belajra pembelajaran lebih efektif dan lebih mudah dalam mencapai tujuan pendidikan. Media pembelajaran yang digunakan harus sesuai dengan kriteria –kriteria dalam memilih media pembelajaran.ssehun\bungan dengan hal tersebut seorang guru harus memiliki kemampuan tentang memahami sebuah media, dan rinsip-prinsip dalam memilih media pembelajaran, tidak hanya itu langkah-langkah dalam memilih media juga harus di perhatikan oleh seorang guru. Tapi pada kenyataannya masih banyak guru yang belum menggunakan media saat kegiatan belajar mengajaar.

Daftar Pustaka

Asnawir, H. 2002. Media Pembelajaraan. Jakarta: Ciputat Press.

Anderson, Ronald. 1994. Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Anitah, Sri. 2009. Media Pembelajaran. Surakarta: LPP UNS dan UNS Press.

Asyhar, Rayandra. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: referensi Jakarta

Arsyad, Azhar. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Arsyad , Azhar. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta:  Rajagrafindo Persada, Edisi Revisi cetakan ke-17.

Ibrahim. 1982. Media Instruksional. Malang : Sub. Penulis buku pelajaran proyek peningkatann perguruan tinggi.

Khalilullah, M. Media Pembelajaran Bahasa Arab. Yogyakarta: Aswaja Persindo. TTh.

Musfiqon. 2012. Pengembangan Media Dan Sumber Pembelajaran, Jakarta: prestasi Pustaka.


Nunu mahnun, media pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran) di akses 15 maret 2017 pukul 21:50 file:///C:/Users/ZAH/Downloads/310-589-1-SM.pdf.

Nurhasnawati. 2011. Media Pembelajaran.  Pekanbaru: Pusaka Riau.

Rahardjo.1986. “Media Pembelajaran” 1986. Dalam Yusufhadi Miarso dan kawan kawan. Teknologi Komunikasi Pendidikan.  Jakarta: Rajawali.

Sadiman, Arief. 1993. Media Pendidikan :Pengertian, Pengemabangan, Dan Pemanfaatnya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sadiman, Arief. 2012. Media Pendidikan :Pengertian, Pengemabangan, Dan Pemanfaatnya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sudana, Nyoman. 1993. Media Pendidikan. Malang: FIP IKIP Malang.

Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai.1991. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.


Sungkono. Pemilihan Dan Penggunaan Media Dalam Proses Pembelajaran, di akses 15 maret 2017 pukul 22:11.

Susilana, Rudi dan Cepi Riyana. 2007.  Media Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima. 2007.



[1] Ronald Anderson, Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran, (Jakarta: RajaGrafindo Persada), 1994, hlm: 9.
[2] Sri Anitah, Media Pembelajaran, (Surakarta: LPP UNS dan UNS Press, 2009), hlm, 87.
[3] Rayandra Asyhar, kreatif mengembangkan media pembelajaran, (Jakarta: referensi Jakarta, 2012), hlm 80
[4] AzharArsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), hlm. 67
[5] AzharArsyad, Media Pembelajaran,(Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), hlm. 67
[6] Arief Sadiman, media pendidikan :Pengertian, Pengemabangan, Dan Pemanfaatnya, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993), hlm.84.
[7] Rudi Susilana dan Cepi Riyana, Media Pembelajaran, (Bandung: Wacana Prima, 2007), hlm. 62.
[8] Rudi Susilana dan Cepi Riyana, Media Pembelajaran, (Bandung: Wacana Prima, 2007), hlm. 63.
[9] Arief Sadiman, Media Pendidikan :Pengertian, Pengemabangan, Dan Pemanfaatnya, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012), hlm.84.
[10] Arif S. Sadiman dkk, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm.84
[11] Nyoman Sudana, Media Pendidikan,  (Malang: FIP IKIP Malang, 1993), hlm. 26-27.
[12] M. Khalilullah, Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Aswaja Persindo, 2012), hlm. 34.
[13] AzharArsyad, Media Pembelajaran,(Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), hlm. 69
[14] Ibid, hlm. 70.
[15] AzharArsyad, Media Pembelajaran,(Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007),  hlm. 71.
[16] H. Asnawir,  Media Pembelajaraan, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 15.
[17] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran,( Jakarta:  Rajagrafindo Persada, Edisi Revisi cetakan ke-17, 2014). hlm. 74.
[18] Ibid,  hlm.75.
[19] Ibid, hlm. 76.
[20] Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Media Pengajaran. (Bandung: Sinar Baru. 1991), hlm 4-5.
[21] Sungkono. Pemilihan Dan Penggunaan Media Dalam Proses Pembelajaran, di akses 15 maret 2017 pukul 22:11.
[22] Musfiqon, pengembangan media dan sumber pembelajaran, (Jakarta: prestasi pustaka, 2012). hlm. 118.
[23] Musfiqon, pengembangan media dan sumber pembelajaran, (Jakarta: prestasi pustaka, 2012), hlm.119.
[24] Ibid, hlm. 120
[25] Musfiqon, pengembangan media dan sumber pembelajaran, (Jakarta: prestasi pustaka, 2012), hlm. 121
[26] Nurhasnawati, Media Pembelajaran, (Pekanbaru: Pusaka Riau, 2011), hlm. 61
[27] Sungkono, pemilihan dan penggunaan media dalam proses pembelajaran, di akses 15 maret 2017 pukul 22:11
[28] Sungkono, pemilihan dan penggunaan media dalam proses pembelajaran, di akses 15 maret 2017 pukul 22:11 .
[29] Rahardjo, R. “Media Pembelajaran” 1986. Dalam Yusufhadi Miarso dan kawan kawan. Teknologi Komunikasi Pendidikan.  (Jakarta: Rajawali, 1986). hlm 62.
[30] Azhar Arsyad Media pembelajaran, (Jakarta: RajaGrafindo, 2006), hlm. 72-74.
[31] Ibrahim, Media Instruksional, Malang : Sub. Penulis buku pelajaran proyek peningkatann perguruan tinggi, 1982, hlm. 13.
[32] Ibid, hlm. 13.
[33] M. Khalilullah, Media Pembelajaran Bahasa Arab, Yogyakarta: Aswaja Persindo, 2011, hlm.31.
[34] M. Khalilullah, Media Pembelajaran Bahasa Arab, Yogyakarta: Aswaja Persindo, 2011, hlm.32.
[35] M. Khalilullah, Media Pembelajaran Bahasa Arab, Yogyakarta: Aswaja Persindo, 2011, hlm.33.
[36] Nunu mahnun, media pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran) di akses 15 maret 2017 pukul 21:50 file:///C:/Users/ZAH/Downloads/310-589-1-SM.pdf
[37] Nunu mahnun, media pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran) di akses 15 maret 2017 pukul 21:50 file:///C:/Users/ZAH/Downloads/310-589-1-SM.pdf

[38] Nunu mahnun, media pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran) di akses 15 maret 2017 pukul 21:50 file:///C:/Users/ZAH/Downloads/310-589-1-SM.pdf.
[39] Nunu mahnun, media pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran) di akses 15 maret 2017 pukul 21:50 file:///C:/Users/ZAH/Downloads/310-589-1-SM.pdf.